KLIKFMRADIO.COM, DEPOK – Langkah digitalisasi yang diterapkan secara masif oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam tata kelola ibadah haji dan umrah kini menjadi perhatian serius para pelaku industri logistik religi di Indonesia.
Keberadaan Aplikasi Nusuk telah ditetapkan sebagai platform integrasi resmi sekaligus syarat wajib atau checkpoint bagi jemaah untuk mengakses fasilitas krusial di Tanah Suci.
Fasilitas tersebut meliputi akses ke Masjidil Haram, Raudah di Masjid Nabawi, hingga kawasan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kendati sistem baru ini dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra dan kekhusyukan beribadah, implementasinya di lapangan kerap menghadapi berbagai kendala teknis bagi sebagian jemaah.

Tidak sedikit jemaah asal Indonesia, terutama dari kalangan lanjut usia, serta sejumlah biro perjalanan travel umrah yang mengalami kebingungan saat mengoperasikan aplikasi digital secara mandiri.
Kondisi ini menuntut kesiapan prima dari para pembimbing ibadah serta tour leader untuk sigap memberikan pendampingan secara intensif kepada para peserta.
Merespons dinamika tersebut, MAS Group atau PT Mastri Ananda selaku operator perjalanan umrah bergerak cepat dengan menggelar program pelatihan intensif satu hari pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Agenda strategis ini diselenggarakan secara langsung di Kantor Pusat MAS Group yang beralamat di Jalan Dadap Nomor 66, Sukmajaya, Kota Depok.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kelas pelatihan tersebut adalah M. Fahlevy Maheswara, S.Hum., seorang akademisi dari Universitas Islam Negeri Jakarta.
Fahlevy yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting Pramuka Kecamatan Limo memulai kegiatan dengan memberikan panduan teknis sinkronisasi aplikasi pada perangkat ponsel pintar peserta.
Dalam paparannya, ia menguraikan secara komprehensif berbagai ekosistem fitur yang terdapat di dalam satu platform digital Nusuk.

Komponen digital tersebut tidak hanya mencakup izin masuk ke Raudah, tetapi juga memuat database jemaah yang krusial selama menetap di Arab Saudi.
Database itu mencakup informasi akomodasi perhotelan, logistik bus armada transportasi, hingga status validitas dokumen visa izin tinggal jemaah.
“Pelatihan Nusuk yang kami selenggarakan di kantor MAS Group ini dirancang agar para peserta dapat melakukan simulasi persiapan secara mandiri, seolah-olah besok akan langsung bertolak ke Tanah Suci. Harapannya, penguasaan materi ini tidak berhenti di tingkat pembimbing atau tour leader saja, melainkan seluruh jemaah yang terdaftar melalui MAS Group akan dibekali pembekalan serupa sebelum keberangkatan,” papar Fahlevy saat sesi materi berlangsung.
Acara pelatihan yang dimulai tepat pada pukul 15.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif PT Mas Tri Ananda, Ustadz Lukman Hakim.
Turut hadir mengikuti jalannya kegiatan jajaran manajemen internal perusahaan, di antaranya Direktur Keuangan Septy Aryani, Marketing Executive Manager Hj. Erma Suryani, serta Koordinator Tour Leader dan Pembimbing Ustadz Rohali.
Dalam sambutan pembukaannya, Ustadz Lukman Hakim menegaskan pentingnya pembaruan pemahaman teknologi ini demi menjaga mutu pelayanan jemaah secara berkelanjutan.
“Walaupun secara mendasar kita telah mengenal aplikasi Nusuk, pendalaman detail tetap menjadi hal wajib. Sistem aplikasi ini terus mengalami pembaruan sistem secara periodik. Kompetensi teknis ini mutlak dikuasai oleh tim tour leader MAS Group, terutama bagi para pembimbing yang ditunjuk mengawal jemaah secara langsung di lapangan,” urai Lukman dengan tegas.
Hal senada juga disampaikan oleh Ustadz Rohali selaku Koordinator Tour Leader dan Pembimbing Travel MAS Group.
Ia menggarisbawahi bahwa pemahaman komprehensif terhadap tata cara digitalisasi ibadah ini bertujuan mutlak untuk menjamin kelancaran para jemaah.
Menurutnya, kelalaian dalam hal-hal kecil saat bermigrasi ke sistem digital dapat berdampak fatal dan mempersulit ritme peribadatan di Tanah Suci.
Sebagai bentuk komitmen nyata kontribusi sosial perusahaan, Ustadz Rohali mengumumkan program edukasi publik berkala bagi masyarakat luas.
“Insyaallah, secara berkala setiap dua bulan sekali, kami akan membuka kelas pelatihan pengenalan sistem aplikasi Nusuk bagi calon jemaah umrah. Program ini kami sediakan gratis tanpa dipungut biaya apa pun sebagai bentuk sedekah keilmuan demi keberkahan perusahaan. Pengetahuan ini sangat berharga dan akan selalu terpakai kapan pun kita hendak menunaikan ibadah haji maupun umrah,” pungkas Rohali dengan penuh rasa optimis.
Sebelum sesi pelatihan ditutup, pertemuan diisi dengan ruang tanya jawab interaktif yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta.
Salah satu tour leader senior, Ummi Keptiyah, mengapresiasi metode penyampaian materi yang sangat mudah dipahami bagi kalangan peserta berusia lanjut.
“Sebagai pelaku TL di usia lanjut, saya harus mempelajarinya secara perlahan. Beruntung pemateri menyampaikan penjelasan dengan sangat komunikatif dan mudah dipahami. Pelatihan tatap muka langsung seperti ini merupakan pelayanan berharga dari travel MAS Group yang belum tentu kami dapatkan di tempat lain,” ungkap Ummi Keptiyah di sela-sela akhir sesi tanya jawab.**(fau)
