KLIKFMRADIO.COM, DEPOK – Komitmen sektor swasta dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah kini mulai bertransformasi dengan tidak lagi berorientasi pada aspek bisnis semata.
Langkah maju ditunjukkan oleh MAS Group sebagai operator pelayanan umrah yang resmi menjalin kolaborasi dengan Yayasan Tarbiyyatul Islamiyah untuk membangun pusat pendidikan dan pelatihan bertajuk ‘Kampus Baitullah’.
Rencana strategis ini dimatangkan melalui pertemuan formal antara jajaran direksi MAS Group dan pengurus Yayasan Tarbis di Kantor MAS Group, Sukmajaya, Kota Depok, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Yayasan Tarbis KH Abdul Holik Muhidin beserta Ketua Harian Ustadz Haji Ismail Marzuki dan jajaran pengurus yayasan.
Sementara itu, pihak MAS Group diwakili oleh Direktur Utama PT Mas Tri Ananda H.M. Agus Salim, Direktur Eksekutif Lukman Hakim, serta Marketing Executive Manager Hajjah Erma Suryani.

Selain menyepakati pembangunan Kampus Baitullah, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan mengenai program paket haji plus serta paket umrah dengan konsep ‘grosiran’ yang diklaim sebagai konsep pionir di Indonesia.
Direktur Utama MAS Group, H.M. Agus Salim, menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi setiap calon jemaah sebelum mereka bertolak menuju Tanah Suci.
Menurutnya, banyak jemaah yang mendaftar melalui biro perjalanan namun masih memiliki pemahaman minim terkait ilmu manasik, baik pada fase pra-keberangkatan hingga kepulangan.
“Sangat disayangkan jika sebagian besar jemaah Indonesia tiba di Makkah dan Madinah hanya menjalankan ibadah tanpa memahami makna dan nilai-nilai spiritualnya. Akibatnya, yang dibawa pulang ke tanah air sering kali hanya oleh-oleh dan dokumentasi foto, bukan pengalaman spiritual yang mengubah diri menjadi lebih baik,” ujar Agus Salim.
Direktur Eksekutif MAS Group, Lukman Hakim, menambahkan bahwa pihaknya sering menemukan kasus jemaah yang kurang memahami tata cara ibadah akibat minimnya literasi.
Ia juga menyoroti banyaknya calon jemaah yang menjadi korban dari oknum penyelenggara perjalanan yang tidak bertanggung jawab sehingga pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan bantuan secara ikhlas.
Bagi MAS Group, aspek keberkahan dalam melayani tamu Allah jauh lebih utama dibandingkan sekadar keuntungan finansial semata.
“Insyaallah bila niat kita baik hasil yang akan Allah berikan pastinya akan lebih baik,” tegas Lukman Hakim.
Ketua Umum Yayasan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Tarbiyatul Islamiyah, KH Abdul Holik Muhidin, menegaskan bahwa keimanan tanpa didasari ilmu pengetahuan tidak akan terarah dengan baik.
Ia berharap kehadiran Kampus Baitullah dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyelenggarakan pembinaan serta pendampingan komprehensif bagi calon jemaah.
Program ini dirancang untuk melanjutkan wacana manasik sepanjang waktu yang dahulu pernah diusulkan oleh Kementerian Agama namun belum terealisasi secara luas.
Kampus Baitullah akan mengintegrasikan kurikulum bimbingan dengan modernisasi teknologi masa kini sehingga para biro perjalanan dapat memberikan pelatihan secara profesional bagi jemaahnya.
“Insyaallah, ke depan konsep satu atap dan satu manajemen ini bisa kita realisasikan bersama MAS Group. Pada dasarnya kami memiliki visi yang sama. Saya pribadi menyambut baik kerja sama antara Yayasan Tarbis dan PT Mas Tri Ananda agar bisa saling melengkapi, kita matangkan konsepnya terlebih dahulu, dan sambil persiapan kita awali kerjasama untuk melakukan keberangkatan umroh dengan membuka program paket umroh Aqso dan tour ke mesir karena paket tersebut peminatnya cukup banyak,” pungkas Kiyai Holik.
Inovasi Layanan melalui Pendidikan Spiritual
Kolaborasi antara MAS Group dan Yayasan Tarbis merepresentasikan strategi value-added services dalam industri perjalanan ibadah.
Dengan membangun ‘Kampus Baitullah’, perusahaan tidak hanya menjual produk jasa perjalanan, tetapi juga menawarkan produk edukasi yang meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan secara jangka panjang.
Dari sisi bisnis, langkah ini merupakan bentuk diferensiasi produk yang kuat di tengah persaingan ketat biro travel haji dan umrah.
Penggunaan teknologi modern dalam edukasi manasik juga menekan biaya operasional pelatihan secara jangka panjang sekaligus meningkatkan efisiensi proses bimbingan.
Secara strategis, model ‘satu atap’ ini menciptakan ekosistem bisnis yang mandiri, di mana pendidikan dan penjualan paket ibadah terintegrasi dalam satu manajemen yang akuntabel dan tepercaya.**
